Terbukti Menerima Uang Rp 1,22 Miliar, Bupati Jombang Hanya Divonis Ringan

By globalrealita 05 Sep 2018, 09:31:10 WIBhukum

Terbukti Menerima Uang Rp 1,22 Miliar, Bupati Jombang Hanya Divonis Ringan

Keterangan Gambar : Bupati Jombang periode 2013-2018, Nyono Suharli Wihandoko


Globalrealita.com – Akhirnya Bupati Jombang periode 2013-2018, Nyono Suharli Wihandoko divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya dengan hukuman pidana 3 tahun 6 bulan serta denda sebesar Rp 200 juta, subsider dua bulan penjara, Selasa (4/9/2018).

Putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim H.R. Unggul Warso Murti tersebut juga menjatuhkan hukuman tambahan dengan mencabut hak politik Bupati Nyono  selama tiga tahun setelah menjalani masa hukuman penjara 3,5 tahun.

“Nyono terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan, menerima suap penetapan jabatan Kepala Dinas Kesehatan definitif dari Inna Silestyowati ,” terang Warso Murti, Selasa (4/9/2018).

Terdakwa Bupati Nyono terbukti menerima uang dari Inna Silestyowati selaku Sekretaris sekaligus Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang sejak Desember 2016 hingga 2017 sebesar Rp 1.220 milliar, sehinga terdakwa Nyono dijerat dengan pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi

Usai membacakan putusan, selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberi waktu tujuh hari kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun terdakwa, untuk menyatakan banding atau menerima putusan.

Sementara itu ditempat terpisah, JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Yunarwanto menerangkan bahwa vonis Nyono ini jauh lebih ringan dari tuntutan delapan tahun penjara plus denda Rp 300 juta, subsidair tiga tahun kurungan.

JPU KPK Wawan megatakan, bahwa pasal yang dikenakan oleh Majelis Hakim adalah pasal 11. Menut Wawan, bahwa pasal yang dikenakan oleh JPU KPK terhadap terdakwa adalah pasal 12 huruf a.

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf (a) sebagaimana dakwaan primer. Sejak awal sidang, kami telah menghadirkan fakta-fakta yang meneguhkan dakwaan primair atas perbuatan terdakwa. Hakim lebih menekankan putusannya pada dakwaan kedua atau subsidair. Kami langsung banding,”  terang Wawan.

Masih menurut Wawan, kesepakatan antara terdakwa dengan penyuap yang tidak disertai pertemuan saat suap berlangsung merupakan meeting of mind dalam Pasal 12 huruf (a) itu tidak harus ada perbuatan dari pelaku. Cukup ada pemberitahuan bahwa itu bertujuan untuk memberikan uang sudah cukup didakwakan sesuai apa yang termaktub dalam Pasal 12 huruf (a).

Perkara ini diungkap KPK pada Februari 2018 lalu. Nyono ditangkap petugas KPK saat berada di Solo, Jawa Tengah, setelah menerima uang suap dari Inna Selistyowati. Saat ditangkap, KPK mengamankan uang suap Rp25 juta dan US$9.500 dari tangan Nyono. #Hadi



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Jasa SEO Indonesia Terbaik Bergaransi Uang Kembali

    Tampilan web Anda sangat bagus dan menarik. Great Job! ...

    View Article
  • Jasa SEO Terbaik

    Makasih atas informasinya kawan. https://jasaseoweb.net/paket-jasa-seo-tahunan/ ...

    View Article
  • Tas Spunbond

    Woow,,, 40 tas mewah..? Sampai puluhan milyaran gitu nilainya, udah dapat berapa mobil ...

    View Article
  • Pusat Kuliner Jakarta

    Semoga terus berkembang nih kampung wisata kuliner di Banyuwangi ini. Jika berbagai ...

    View Article