Sungguh Miris, Uang Bedah Rumah Nenek Warinten Diminta Lurah Dukuhngarjo Mojokerto Semuanya

By globalrealita 16 Sep 2018, 08:06:32 WIBinvestigasi

Sungguh Miris, Uang Bedah Rumah Nenek Warinten Diminta Lurah Dukuhngarjo Mojokerto Semuanya

Keterangan Gambar : Nenek Warinten (83 tahun), salah satu penerima bantuan bedah rumah


Globalrealita.com – Kisah pilu penerima bantuan bedah rumah Pemerintah Kabupaten Mojokerto Tahun anggaran 2015 yang disalurkan melalui OPD Bappeda Mojokerto, kembali berlanjut.

Seperti diketahui, pada tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan bedah rumah kepada masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni melalui OPD Bappeda. Adapun bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 7,5 juta untuk setiap warga yang telah memenuhi syarat penilaian dan kelayakan dari Bappeda.

Namun dalam pelaksanaannya, seringkali ditemukan banyaknya penyelewengan yang diduga dilakukan oleh beberapa pejabat dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari program bagi rakyat miskin tersebut demi memperkaya diri sendiri.

Tersebutlah Mbah Warinten (83 tahun), wanita lanjut usia yang beralamatkan di Dusun Dukuhngarjo RT. 007 RW. 001 Desa Dukuhngarjo Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur. Mbah Warinten adalah salah satu warga yang menerima bantuan bedah rumah berupa uang Rp 7,5 juta.

Mbah Warinten, wanita kelahiran Mojokerto pada 31 Desember 1935 silam bercerita bahwasanya uang bedah rumahnya sebesar Rp 7,5 juta langsung diminta Kepala Desa Dukuhngarjo yang bernama Ali Irsad, sewaktu selesai mencairkan batuan di Bank Jatim Sooko.

“Arto bantuan niku sedanten langsung ditedi pak lurah wonten njobone bank. Kulo waktu niku namung ditumbasaken sekul rawon kaleh sangu Rp 50 ribu damel bayar ojek,” tutur Mbah Warinten dikediamannya, Sabtu (15/9/2018).

Kesaksian tersebut dikuatkan oleh Kasiyati yang turut mendampingi Mbah Warinten saat diklarifikasi oleh jurnalis Globalrealita.com. Kasiyati sendiri merupakan putri kandung Mbah Warinten.

“Leres mas, arto bantuane emak mpun disuwun pak lurah sedanten. Emak namung disangoni arto Rp 50 ribu damel mbayar ojek kaleh ditumbasakaen sekul rawon,” tutur Kasiyati.

Kasiyati menambahkan terkait bantuan tersebut satu minggu kemudian Mbah Warinten dikirimi beberapa material dari pihak Desa Dukuhngarjo. Material tersebut menurut Kasiyati terdiri dari batu bata 800 ribu, pasir satu rit dibagi 3 dengan warga lainnya, asbes 8 biji, semen 3 sak, kapur dan kayu protolan kecil-kecil yang diambilkan dari bekas bongkaran balai desa.

“Nggeh niki angsale bantuan saking pak lurah (Ali Irsad, red). Kulo kaleh bojo kulo ingkang nambahi katah damel nerusaken bantuan niki,” papar Kasiyati.

Seperti dalam pengamatan, bantuan bedah rumah Mbah Warinten berupa uang Rp 7,5 juta tidak sepadan dengan material yang dikirim oleh Kepala Desa Dukuhngarjo, Ali Irsad. Diduga banyak penyelewengan material yang dilakukan entah oleh siapa.

Seperti dituturkan oleh Rumain, suami Kasiyati dan juga menantu Mbah Warinten. Rumain sendiri mengaku ikut mendampingi Mbah Warinten ke Bank Jatim.

“Leres artone emak ditedi Lurah Irsad sedanten. Alasan lurah waktu niku bantuan bedah rumah niku tanggung jawabae. SPJ sedanten tanggung jawab lurah. Makane arto niku ditedi saking emak,” terang Rumain.

Menurut Rumain, dirinya kecewa setelah tahu material yang dikirim kepada Mbah Warinten tidak sebanding dengan bantuan yang harus diterimanya.

“Bantuan saking Lurah Irsad ditambahi tukang mboten sampek Rp 3 juta. Njenengan tingali, kayu niki dilurok-lurokaen. Kulo kaleh bojo kulo ingkang nambahi sedanten. Kebacut Lurah Irsad niku mas. Emak nggeh mboten disukani perincian kuitansi. Tatanan yok nopo niki,” gerutu Rumain.

Menurut kalkulasi Rumain material yang dikirim Lurah Irsad kepada Mbah Warinten tidak sampai Rp 3 juta. Untuk ongkos tukang Rp 500 ribu, asbes 8  biji senilai Rp 640 ribu, semen 3 senilai Rp 150 ribu, kayu bekas Rp 250 ribu, pasir Rp 300 ribu , kapur Rp 100 ribu dan biaya lain-lain Rp 150 ribu. Total analisa rincian Rp 2,09 juta.

“Njenengan pirsani piyambek niki hasile. Lah nopo kulo tutup-tutupi. Arto bantuan Emak Rp 7,5 juta mpun dibeto Lurah Irsad. Bantuan ingkang dikirim bejaji sakmonten. Sisane dibeto sinten ?, makane Lurah Irsad mboten poron nyukani kuitansi material,” ujar Rumain dengan polos.

Memang dari pengamatan, sungguh memprihatinkan hasil bedah rumah Mbah Warinten. Dari anggaran sebesar Rp 7.5 juta yang semestinya diterima, ternyata dalam pelaksanaannya diduga ada penyimpangan anggaran mencapai kisaran Rp 4 juta lebih. Didukung pula kesaksian keluarga penerima bantuan bahwasanya mereka juga tidak pernah mendapatkan salinan kuitansi rincian dan harga material yang dikirim.

Sementara itu saat diklarifikasi beberapa kali, Kepala Desa Dukuhngarjo Ali Irsad tidak pernah ada di kantor desa. Dihubungi via telpon dengan nomor 082143129728 dan 081252427176, beliau juga tidak pernah mengangkat dan sering dimatikan.

“Urusan bedah rumah tahun 2015 untuk warga Desa Dukuhngarjo, itu semua tanggung jawabnya Lurah Irsad. Kita tidak pernah dilibatkan, jadi kita juga tidak tahu kalau ada masalah terkait hal ini,” terang salah satu Perangkat Desa Dukuhngarjo yang tidak mau disebutkan namanya.  #had

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Jasa SEO Indonesia Terbaik Bergaransi Uang Kembali

    Tampilan web Anda sangat bagus dan menarik. Great Job! ...

    View Article
  • Jasa SEO Terbaik

    Makasih atas informasinya kawan. https://jasaseoweb.net/paket-jasa-seo-tahunan/ ...

    View Article
  • Tas Spunbond

    Woow,,, 40 tas mewah..? Sampai puluhan milyaran gitu nilainya, udah dapat berapa mobil ...

    View Article
  • Pusat Kuliner Jakarta

    Semoga terus berkembang nih kampung wisata kuliner di Banyuwangi ini. Jika berbagai ...

    View Article