Sungguh Memilukan, Pejabat Tinggi Disporabudpar Kabupaten Mojokerto Alergi Terhadap Wartawan

By globalrealita 12 Jul 2017, 21:53:39 WIBBERITA

Sungguh Memilukan, Pejabat Tinggi Disporabudpar Kabupaten Mojokerto Alergi Terhadap Wartawan

Keterangan Gambar : Silahturahmi tokoh muda Jawa Timur, Hadi Purwanto, ST. dan H. Rifan Hanum, S.H. di Kantor Disporabudpar Kabupaten Mojokerto


MOJOKERTO/GB – Meski sudah memasuki jaman keterbukaan informasi publik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, kenyataannya tidak bisa dipungkiri lagi hingga sekarang masih ada saja beberapa pejabat tinggi yang bertugas di Disporabudpar Kabupaten Mojokerto bidang Pariwisata yang enggan menyampaikan informasi secara terbuka dan jelas dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Seakan-akan mereka alergi terhadap wartawan.

Salah satu wartawan media cetak dan online globalrealita.com, yakni Hade terpaksa harus kecewa dan heran dengan sikap Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Mojokerto, Nano P, yang terkesan menghindar menemuinya saat dirinya bertandang ke kantornya.

Padahal niat kedatangannya ke Kantor Disporabudpar Kabupaten Mojokerto untuk konfirmasi terkait kebenaran adanya dugaan penyalahgunaan wewenang di sektor bidang Pariwisata Kabupaten Mojokerto. Disamping pula untuk mendapatkan informasi terkait struktural kepegawaian yang berada di setiap tempat wisata yang ada.

“ Coba Mas menemui Bu Ning yang bertugas di bagian kepegawaiaan. Nanti akan diberikan segala informasi yang dibutuhkan. Saya mau rapat di Kabupaten “, jelas Pak Nano, Kepala Bidang Pariwisata dengan kesan tergesa-gesa meninggalkan kantor saat dikonfirmasi.

Sementara saat ditemui, Bu Ning terkesan kaget dan ada ketakutan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.

“ Masak Mas !  Pak Nano memerintahkan saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sampean. Coba saya tanyakan lagi ke beliau apa benar, “ ujar Bu Ning sambil bergegas beranjak ke ruang Pak Nano.

Ternyata saat dicek diruangannya dalam hitungan menit Pak Nano udah menghilang meninggalkan tempat. Saat dikonfirmasi melalui telepon oleh Bu Ning ternyata Pak Nano sudah meninggalkan kantor Dinas.

"Padahal sewaktu saya masuk, Pak Nano nyata-nyata ada, tetapi kenapa setelah saya pindah ke ruang sebelah menemui Bu Ning ternyata beliau tidak ada. Ini kan aneh sekali, padahal kedatangan saya hanya ingin konfirmasi dan silaturrahim walaupun hanya 15 menit," sesal Hade jurnalis globalrealita.com.

Sementara Bu Ning juga tidak bersikap kooperatif terhadap layanan informasi publik yang dibutuhkan. Malah Bu Ning melempar tanggung jawab itu ke Sekretaris Disporabudpar.

“ Itu bukan kewenangan saya Mas ! Coba anda menemui lagi Bu Ning lagi atau Pak Nano. Layanan informasi publik tersebut adalah tugas dan kewenangan mereka, “ ujar beliau dengan tenang dan bijak.

Sungguh sangat disesalkan sikap para petinggi Disporabudpar Kabupaten Mojokerto, karena sekitar jam 14.00 WIB kembali kita melakukan konfirmasi ulang ternyata mereka semua telah meninggalkan ruangan dinas tanpa alasan yang jelas.

Termasuk juga kita konfirmasi langsung ke Kantor Dinas Kesehatan menemui Kepala Dinas Kesehatan yang juga merangkap Plt. Dinas Disporabudpar Dr. Didik Chusnul Yakin, S.Sos, M.Si. Ternyata beliau juga tidak berada ditempat kerja.

“ Pada dasarnya informasi yang bersifat umum atau publik, wajib disampaikan kepada mayarakat. Meskipun disisi lain ada hal-hal yang juga tidak boleh disampaikan. Para pejabat juga mestinya tidak boleh alergi atau antipati pada wartawan. Karena kami bekerja  sesuai dengan UU dan kode etik jurnalis yang harus kami pegang teguh, “ tandas Hade jurnalis media cetak dan online globalrealita.com saat berada di Kantor Disporabudpar Kabupaten Mojokerto, Selasa (11/7/2017).

Memang ada beberapa pokok bahasan yang bersifat rahasia dan tidak untuk dikonsumsi publik. Itu juga tidak dibenarkan jika dijabarkan secara umum. Sehingga itu juga tidak wajib disampaikan. Sikap petinggi Disporabudpar ini patut disayangkan. Karena jurnalis sudah bekerja sesuai dengan kemampuan dan tupoksinya, maka sah-sah saja jika menjawab pertanyaan atau informasi yang dibutuhkan wartawan.

“Sebagai pejabat publik tidak boleh alergi. Meskipun itu tadi ada pengecualian. Jika ada yang tidak boleh diinformasikan kita harus terbuka saja dan sampaikan kepada wartawan untuk tidak diberitakan dulu,” jelas Agus Budiono, Redaktur Pelaksana Media globalrealita.com

Konsekuansi menjadi pejabat publik memang demikian. Agus Budiono pun menghimbau seluruh pejabat publik, termasuk pajabat Dinas Disporabudpar Kabupaten Mojokerto  untuk saling berbagi informasi termasuk kepada para wartawan. Sehingga bisa saling bersinergi untuk Mojokerto lebih baik.

Ironis memang kejadian ini, para petinggi Dinas Diporabudpar Kabupaten Mojokerto semuanya sibuk dan sulit ditemui. Sementara fakta di Kantor Dinas, para staff dan pegawai begitu santai dan terkesan tidak ada kesibukkan apapun. Hade



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Flow Meter Tokico Jakarta

    Excellent post. I was checking constantly this blog and I’m impressed! Very useful ...

    View Article
  • Open Trip Pulau Seribu

    I conceive you have remarked some very interesting details , thanks for the post. ...

    View Article
  • Distributor pipa HDPE

    You can certainly see your skills in the work you write. The sector hopes for even ...

    View Article
  • Paket Tour Bromo Malang

    I savor, result in I discovered exactly what I used to be looking for. You have ...

    View Article