PH Masud Yunus : “Inisiator Suap adalah Suyitno, Wakil Walikota dan Wiwiet, Kadis PUPR Mojokerto"

By globalrealita 07 Agu 2018, 02:40:45 WIBopini

PH Masud Yunus : “Inisiator Suap adalah Suyitno, Wakil Walikota dan Wiwiet, Kadis PUPR Mojokerto"

Keterangan Gambar : Penyampaian Eksepsi atau Nota Keberatan KH. Masud Yunus terhadap dakwaan JPU KPK


Globalrealita.com – Bertempat di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (6/8/2018) KH. Mas’ud Yunus Wali Kota Mojokerto yang terseret kasus korupsi terkait rancangan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Mojokerto tahun anggaran 2017 kembali menjalani sidang yang kedua.

Agenda dalam persidangan kali ini adalah penyampaian eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan oleh Mahfud, penasehat hukumnya.

Secara garis besar inti dari eksepsi terdakwa Mas’ud Yunus adalah membantah semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Adapun dakwaan JPU KPK pada sidang pertama menyatakan bahwa dalam kasus korupsi terkait pembahasan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Mojokerto tahun anggaran 2017 menyatakan bahwa Mas’ud Yunus adalah inisiator dalam kasus korupsi tersebut.

“Klien saya adalah korban dan sebagai pihak yang paling dirugikan dari kasus ini karena sudah ditetapkan sebagai tersangka. Klien saya tidak pernah mengetahui adanya kesepakatan dan tidak pernah membuat kesepakatan dengan para Pimpinan DPRD Kota Mojokerto. Yang membuat kesepakatan tersebut adalah Wakil Wali Kota, Ir. Suyitno, M.Si.,” tegas Mahfud, Senin (6/8/2018) di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Masih menurut Mahfud, semua kesepakatan terkait pemberian fee jasmas adalah inisiator Suyitno dengan pimpinan DPRD Kota Mojokerto. Tidak pernah Mas'ud Yunus menugaskan Suyitno untuk mengatur tentang mekanisme pemberian fee jasmas kepada anggota DPRD.

Diterangkan pula oleh Mahfud bahwa inisiator atau pengagas munculnya suap pembahasan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Mojokerto tahun anggaran 2017 itu adalah Suyitno, Wakil Walikota dan Wiwiet Febriyanto, Kadis PUPR Kota Mojokerto yang sudah meringkuk di tahanan.

Seperti kita ketahui penetapan Mas’ud Yunus sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) nomor : Sprin.Dik-114/01/11/2017 tertanggal 17 November 2017.  Penetapan tersangka Mas’ud Yunus sejak 17 November 2017 tersebut merupakan pengembangan lanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Wiwiet Febryanto, juga terkait dengan tiga terdakwa yaitu Ketua DPRD dari Fraksi PDIP Purnomo, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB Abdullah Fanani serta Wakil Ketua DPRD dari PAN Umar Faruq.

Mereka terjaring OTT KPK dengan barang sitaan berupa uang Rp 470 juta,  Jumat, 16 Juni 2017 yang lalu. Uang itu diduga keras digunakan Wiwiet untuk menyuap ketiga pimpinan dewan tersebut yang pada akhirnya menyeret Mas’ud Yunus dalam kasus korupsi suap ini.

Masyarakat Mojokerto seakan tidak percaya dengan sosok Wali Kota Mas’ud Yunus yang selalu santun dan sederhana dalam bersikap dan bertindak sampai terseret ke pusaran kasus korupsi ini. #Hadi



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Jasa SEO Indonesia Terbaik Bergaransi Uang Kembali

    Tampilan web Anda sangat bagus dan menarik. Great Job! ...

    View Article
  • Jasa SEO Terbaik

    Makasih atas informasinya kawan. https://jasaseoweb.net/paket-jasa-seo-tahunan/ ...

    View Article
  • Tas Spunbond

    Woow,,, 40 tas mewah..? Sampai puluhan milyaran gitu nilainya, udah dapat berapa mobil ...

    View Article
  • Pusat Kuliner Jakarta

    Semoga terus berkembang nih kampung wisata kuliner di Banyuwangi ini. Jika berbagai ...

    View Article