Pengadaan Komputer Rp 14 Miliar, Keterbukaan Informasi Dinas Pendidikan Mojokerto Memprihatinkan

By globalrealita 14 Sep 2018, 08:06:51 WIBinvestigasi

Pengadaan Komputer Rp 14 Miliar, Keterbukaan Informasi Dinas Pendidikan Mojokerto Memprihatinkan

Keterangan Gambar : Siswa siswi SMP sedang mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (foto : Ilustrasi/apkomindo.info)


Globalrealita.com – Memprihatinkan, mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto terkait keterbukaan informasi publik tentang pengadaan komputer di 39 SMP Negeri di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto pada tahun 2018.

Seperti diketahui, proyek pengadaan komputer ini diperuntukkan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa siswi SMPN Tahun 2018 yang menelan anggaran sebesar Rp 14 miliar untuk pembelian 1500 unit komputer.

Seperti diterangkan Hadi Purwanto, Ketum Barracuda Indonesia bahwasanya anggaran penggadaan komputer tersebut bersumber dari APBD senilai Rp 9 miliar dan dari Dana Alokasi Khusus senilai Rp 5 miliar.     

Menurut Hadi pengadaan komputer yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini sudah tepat, tapi disisi lainnya Hadi menyayangkan keterbukaan informasi publik Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto kepada masyarakat luas sungguh memprihatinkan.

“Dinas Pendidikan sangat tertutup sekali terkait transparansi informasi pengadaan komputer dengan anggaran Rp 14 miliar ini. Kita sudah melakukan upaya klarifikasi langsung dan surat permohonan tertulis kepada Kadis Pendidikan, Zaenal Abidin dan Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Catur Iriawan. Tetapi sampai hari ini mereka enggan memenuhi permohonan kami,” papar Hadi saat diskusi santai di kantornya, kamis (13/9/2018).

Hadi menerangkan surat permohonan publik secara kelembagaan sudah dilayangkan Barracuda kepada PPID Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tertanggal 23 April 2018 dengan register surat nomor 677/BRI/HKM/IV /2018, tetapi tidak ada jawaban.

Kemudian surat keberatan dilayangkan Barracuda tertanggal 24 Mei 2018 dengan register surat nomor 801/BRI/HKM/V/2018, juga tidak ada jawaban.

“Kita sungguh prihatin, sekelas OPD Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto masih kurang menghargai keterbukaan informasi publik. Sebenarnya mereka harus punya perasaan malu kepada masyarakat karena sebagai badan publik tidak bisa memberikan pelayanan publik kepada masyarakat luas,” pungkas Hadi mengakhiri.*ridwan

 

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Jasa SEO Indonesia Terbaik Bergaransi Uang Kembali

    Tampilan web Anda sangat bagus dan menarik. Great Job! ...

    View Article
  • Jasa SEO Terbaik

    Makasih atas informasinya kawan. https://jasaseoweb.net/paket-jasa-seo-tahunan/ ...

    View Article
  • Tas Spunbond

    Woow,,, 40 tas mewah..? Sampai puluhan milyaran gitu nilainya, udah dapat berapa mobil ...

    View Article
  • Pusat Kuliner Jakarta

    Semoga terus berkembang nih kampung wisata kuliner di Banyuwangi ini. Jika berbagai ...

    View Article